Dalam

Rindu siapakah yang tidak pernah merintih?

Dalam perjalan yang kita rasakan semakin berat, terasa seperti enjin tua. Kita masih berusaha untuk mengenali diri, tak pernah putus. Dari kulit lembut licin terik, menjadi kendur, kasar dan menggelebeh. Aku siapa? Kenapa dan bagaimana aku mampu sampai ke sini – usia tuaku?

Apakah yang telah kukumpulkan selama hidup? Berapa banyakkah usia telah kubuang ke dalam bakul sampah masa? Dan hatiku? Ketika makanan yang enak-enak itu tidak lagi terasa enak seperti dulu, ketika kesegaran badan dan fizikal tidak lagi terasa kuat dan ringan seperti dulu, ketika tenaga mental dan fizikal terasa seperti enjin tua yang kehabisan daya.

Rindu siapakah yang tidak pernah merintih?

Dalam  pelarian yang dirancang dan kemudian tersasar, terasa seperti jasad kosong dimamah penyesalan, tak pernah putus. Ke manakah kita nanti, jika begini sajalah yang termampu kita usahakan. Bukankan hidup ini sebuah perjuangan? Tapi kenapa sentiasa memilih keselesaan yang membunuh?

Rindu siapakah yang tidak pernah merintih, Ya Rabb.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s