Penantian.

Setelah lama di dalam penantian, kelihatan seperti ada sinar akan muncul. Namun, kegembiraan dan keghairan itu telah lama mati. Yang kekal dalam hati hanyalah kesyukuran.

Ketika remaja, hujan yang menitis di atas kepala terasa seperti bait-bait puisi cinta yang sedang bergetar. Ia mencengkam, dan membenam.

Namun, ketika usia memanjat, segala ketidaksampaian itu kekal menjadi romantis. Hanya dengan cara yang berbeza. Ia masih terasa mencengkam, dan membenam. Sekaligus menghiris.

Benar kata yang lebih arif dalam cinta, yang menjadikan cinta itu indah adalah ketidaksampaianyya. Kita akan kekal mengenang dalam rintis-rintis rindu yang menjalar di sepanjang lebuhraya.

Apa pun rupa hujan kali ini, kutadah dengan kesyukuran. Kerana masaku di sini, tidak banyak lagi.

Salam rindu, kepada yang masih mengingatiku.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s