Ahmad Sarju

 

Kedukaan

 Jadilah seperti pelabuhan

angin kemaraan yang lemah

menunggu bayang malam

memunggah sepi dari setiap pelayaran.

Menanti sehingga camar berterbangan

memecah kekalutan dan keletihan

membiarkan sepi memamah

lagu riang menawan suatu perjalanan.

Seperti bunga yang kehilangan cahaya

burung yang kehilangan sayapnya

lagu yang kehilangan nadanya

seniman yang kehilangan bintangnya

dan malam yang kehilangan bulannya.

Kedukaan adalah musuh

pedang penawan setiap manusia

sedia terhunus dan menikam yang lemah

tetapi ia juga nikmat bagi yang insaf

mendekatkan diri kepada kegetuhan peribadi.

[Ahmad Sarju, Klang, 22 Julai 1979]

One comment

  1. sunhanallah!!sesengguhnya Allah swt sj yg maha mengetahui…apakah disebalik yg tersirat dan tersurat ini..maha suci Allah Tuhan sekalian alam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s