YA Allah, ketika kelembutan itu jatuh ke dalam hatiku, cinta bukan lagi harapan. Ia telah bertukar menjadi sebuah kesakitan. Namun, aku memahami, setiap manusia sering meletakkan harapannya kepada orang lain, tetapi yang dicari semuanya adalah Tuhan. Dalam harapan kepada-Nyalah setiap manusia menghabiskan hidupnya.
Ya Allah, aku adalah hamba-Mu yang serba tidak tahu. Aku terburu-buru. Aku cemburu. Aku mudah terharu. Demi Engkau yang memiliki hatiku, kehidupanku, nyawaku, genggamlah semua itu agar ia tidak jadi debu. Genggamlah nafasku, jiwaku, rohku, satukan ia dalam redha-Mu.
Ya, Allah…..
Allah.
Allah.
Allah.
Allah.
Allah.
Allah.
Janganlah jadikan kesedihan yang membuak-buak ini bagai tabir yang menutupi kerinduanku terhadap-Mu. Aku dalam genggaman-Mu. Aku dalam perhitungan-Mu. Genggamlah hatiku, jiwaku, genggamlah ia, agar kesedihan ini tidak mampu membunuh semangat hidupku. Agar kesedihan ini akhirnya akan jadi sayap-sayap yang mampu membawa aku terbang, sampai kepada kunci yag membongkar segala makhfi – kasih sayang, cinta dan kesedihan.
Akak,
“La Tahzan”…Moga kesedihan yang bermukim di hati akak ketika ini akan segera pergi..Perginya akan membuatkan akak lebih dekat kepadaNya…
Sesungguhnya DIA tahu hati yang diuji sebeginilah akan lebih lunak mengharapkan keredhaanNya sentiasa…
Moga lebih tabah dan kuat akak
ya Allah…
aku juga begitu.
ya Allah…
dengarilah kami, kasehanilah kami.
;={